Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta.
Atas dirinya...
Digenangi air racun jingga
Adalah...
Wajahmu seperti bulan lelap tidur di hatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya...
Meninggalkan hati untuk dicaci
Percaya...
Samapi darah kelututpun aku tak percaya
Lalu...
Rumput tersabit
Sekali ini aku lihat karya surga
Dari mata seorang hawa
Percaya...
Tak tahu...
Ada apa dengan Cinta?
dan...
Aku akan kembali dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya...
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku, karena aku ingin kamu
Itu saja.
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Saturday, March 24, 2012
Kulari ke hutan kemudian teriakku
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku
sepi
sepi
dan sendiri aku benci
Aku mau bingar
Aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai!
Biar menggaduh sampai gaduh!
Aih... ada malaikat menyulam
Jaring laba-laba belang di tembok
Keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
Atau aku harus lari ke pantai
Belok ke hutan...?
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku
sepi
sepi
dan sendiri aku benci
Aku mau bingar
Aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai!
Biar menggaduh sampai gaduh!
Aih... ada malaikat menyulam
Jaring laba-laba belang di tembok
Keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
Atau aku harus lari ke pantai
Belok ke hutan...?
Subscribe to:
Posts (Atom)